Minggu, 26 Maret 2017

HOAX!!! Cara Meredamnya di Dunia Maya



Meredam Hoax di Dunia Maya


            Dampak Globalisasi membawa pengaruh yang besar di aspek IPTEK,Pendidikan,Ekonomi,Politik. Di aspek ilmu pengetahuan teknologi khususnya di dunia maya, saat ini berkembang media sosial sebagai sarana masyarakat untuk saling tukar informasi dengan masyarakat lainnya di berbagai penjuru dunia.
 Media sosial seperti Facebook, Instagram, Line, Website, Blog,Youtube Semakin mencuri perhatian kita dikalangan masyarakat atas maupun masyarakat bawah. Dimedia sosial itulah tersebar berita berita yang mencakup aspek aspek di segala bidang.
            Namun sangat disayangkan media sosial yang seharusnya menjadikan media untuk menyebarkan informasi yang sesungguhnya, yang bermanfaat dijadikan sebaliknya untuk menyebarkan berita kebohongan dan menebar kebencian. Banyak sekali berita berita yang bisa dibilang saat ini yaitu berita “HOAX”, Hoax adalah suatu kata yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang biasanya digunakan dalam forum internet seperti Facebook, Line,Twitter,Instagram, Web, Blog dan yang paling sering adalah di forum Kaskus.
            Berita Hoax bagaikan bambu runcing yang dapat menusuk pihak manapun yang diberitakannya, yang bisa membunuh tanpa mengeluarkan darah setetespun. Berita hoax cepat menyebar di dunia maya melalui media di atas dan anehnya masyarakat menerima tanpa berfikir, tabayyun, mengkaji terlebih dahulu berita tersebut benar atau tidak. Masyarakat yang saat ini terkena Culture shock Ketika dunia maya semakin menyebar tanpa memandang usia, yang tidak sigap untuk menerima perubahan dibidang teknologi
            Berita Palsu berdampak buruk bagi siapa saja yang menulis, membaca, menyebarkan informasi tersebut karna tidak pasti kebenarannya, hal ini menyebabkan perpecahan di antara masyarakat Indonesia yang begitu saja mempercayai berita tersebut dengan mudah.
            Lalu bagaimana cara mengetahui berita tersebut palsu?
1. Melakukan cross check terhadap berita provokatif
Banyak sekali berita yang tersebar di internet bernada provokatif. Berita seperti itu tentu untuk tidak langsung dipercaya, perlu dilakukan cross check. Kita bisa melakukan cross check menggunakan mesin pencari seperti Google, Bing dan lainnya untuk memastikan apakah berita yang Anda terima tersebut ditulis juga oleh situs berita lain, dan pastikan situs yang menuliskannya kredibel dan dikenal luas.
2. Cek URL Situs
Sangat penting untuk melakukan pengecekan apakah berita yang dikirimkan tersebut berasal dari situs yang bermutu atau tidak. Cek apakah situs tersebut menggunakan URL yang benar. Sebagai contoh yang Jurnalweb.com nukil dari laman CNET, Selasa (22/11/2016), dimana “Sebuah artikel mengklaim Presiden Barack Obama melarang lagu kebangsaan pada acara-acara olahraga AS – Palsu. Jika Anda bertanya-tanya — berasal dari situs dengan akhiran “.com.de,” yang tidak masuk akal”.


3. Cek Foto
Langkah yang ketiga yang bisa dilakukan adalah dengan mengecek foto yang ada di dalam berita tersebut. Sering kali pembuat berita palsu juga melakukan editing foto untuk memprovokasi para pembaca.
Cara yang bisa Anda lakukan ialah dengan mendownload foto tersebut atau melakukan screenshot. Lalu buka Google Image pada browser Anda lalu seret (drag) foto tersebut ke kolom pencarian Google Image. Kemudian periksa hasilnya untuk mengetahui secara lebih jelas sumber dan caption asli dari foto tersebut.
4. Ketahui Siapa Penulis Beritanya
Penting untuk mengetahui siapa penulis berita tersebut, karena saat ini banyak sekali berita yang dibuat hanya agar menjadi viral di media sosial dan penulisnya kebanjiran uang karena websitenya yang dipasangi iklan tersebut dikunjungi oleh banyak orang.
            Namun apakah penegakan hukum bisa menjadi solusi? Kapolri mengatakan penegakan hukum perlu dilakukan tetapi tidak akan cukup untuk mengurangi dampaknya.
"Dari sisi penegakan hukum secara teknis bisa dilakukan, tetapi pelakunya memang akan mati satu tumbuh seribu, sehingga kelihatannya penegakan hukum terlihat tidak efektif," jelasnya
Tito mengatakan pihaknya menyiapkan dua langkah dalam menyikapi penyebaran berita hoax. Langkah yang soft, yaitu meng-counter, menetralisir, dan menyerang dengan menggunakan teknik-teknik IT.
"Lalu melakukan penegakan hukum dengan menangkap mereka," ujar Tito


Seharusnya masyarakat lebih berhati hati dalam menerima berita yang berasal sumber tidak jelas di dunia maya, teliti dalam memahami berita dan jangan sesekali menyimpulkan berita jika berita terebut belum di uji keasliannya dan diuji kebenarannya,karna dapat menimbulkan presepsi yang salah dan memicu perepecahan di antara masyarakat.
Hal terakhir mungkin tidak kalah penting yaitu gunakan akal sehat Anda saat membaca berita, jangan terlalu mudah percaya, jangan mudah terpancing, dan jangan ragu untuk mengecek keaslian dan kebenaran sebuah berita yang Anda terima melalui dunia maya.

Tidak ada komentar: