Meredam Hoax di Dunia Maya
Dampak
Globalisasi membawa pengaruh yang besar di aspek
IPTEK,Pendidikan,Ekonomi,Politik. Di aspek ilmu pengetahuan teknologi khususnya
di dunia maya, saat ini berkembang media sosial sebagai sarana masyarakat untuk
saling tukar informasi dengan masyarakat lainnya di berbagai penjuru dunia.
Media sosial
seperti Facebook, Instagram, Line, Website, Blog,Youtube Semakin mencuri
perhatian kita dikalangan masyarakat atas maupun masyarakat bawah. Dimedia
sosial itulah tersebar berita berita yang mencakup aspek aspek di segala
bidang.
Namun
sangat disayangkan media sosial yang seharusnya menjadikan media untuk
menyebarkan informasi yang sesungguhnya, yang bermanfaat dijadikan sebaliknya
untuk menyebarkan berita kebohongan dan menebar kebencian. Banyak sekali berita
berita yang bisa dibilang saat ini yaitu berita “HOAX”, Hoax adalah suatu kata
yang digunakan untuk menunjukan pemberitaan palsu atau usaha untuk menipu atau
mengakali pembaca/pendengarnya untuk mempercayai sesuatu yang biasanya
digunakan dalam forum internet seperti Facebook, Line,Twitter,Instagram, Web,
Blog dan yang paling sering adalah di forum Kaskus.
Berita
Hoax bagaikan bambu runcing yang dapat menusuk pihak manapun yang
diberitakannya, yang bisa membunuh tanpa mengeluarkan darah setetespun. Berita
hoax cepat menyebar di dunia maya melalui media di atas dan anehnya masyarakat
menerima tanpa berfikir, tabayyun, mengkaji terlebih dahulu berita tersebut
benar atau tidak. Masyarakat yang saat ini terkena Culture shock Ketika dunia maya semakin menyebar tanpa memandang
usia, yang tidak sigap untuk menerima perubahan dibidang teknologi
Berita
Palsu berdampak buruk bagi siapa saja yang menulis, membaca, menyebarkan
informasi tersebut karna tidak pasti kebenarannya, hal ini menyebabkan
perpecahan di antara masyarakat Indonesia yang begitu saja mempercayai berita
tersebut dengan mudah.
Lalu
bagaimana cara mengetahui berita tersebut palsu?
1. Melakukan cross check terhadap berita provokatif
Banyak sekali berita yang tersebar di internet bernada
provokatif. Berita seperti itu tentu untuk tidak langsung dipercaya, perlu
dilakukan cross check. Kita bisa melakukan cross check menggunakan mesin
pencari seperti Google, Bing dan lainnya untuk memastikan apakah berita yang
Anda terima tersebut ditulis juga oleh situs berita lain, dan pastikan situs
yang menuliskannya kredibel dan dikenal luas.
2. Cek URL Situs
Sangat penting untuk melakukan pengecekan apakah berita
yang dikirimkan tersebut berasal dari situs yang bermutu atau tidak. Cek apakah
situs tersebut menggunakan URL yang benar. Sebagai contoh yang Jurnalweb.com
nukil dari laman CNET, Selasa (22/11/2016), dimana “Sebuah artikel mengklaim
Presiden Barack Obama melarang lagu kebangsaan pada acara-acara olahraga AS –
Palsu. Jika Anda bertanya-tanya — berasal dari situs dengan akhiran “.com.de,”
yang tidak masuk akal”.
3. Cek Foto
Langkah yang ketiga yang bisa dilakukan adalah dengan
mengecek foto yang ada di dalam berita tersebut. Sering kali pembuat berita
palsu juga melakukan editing foto untuk memprovokasi para pembaca.
Cara yang bisa Anda lakukan ialah dengan mendownload foto
tersebut atau melakukan screenshot. Lalu buka Google Image pada browser Anda
lalu seret (drag) foto tersebut ke kolom pencarian Google Image. Kemudian
periksa hasilnya untuk mengetahui secara lebih jelas sumber dan caption asli
dari foto tersebut.
4. Ketahui Siapa Penulis Beritanya
Penting untuk mengetahui siapa penulis berita tersebut,
karena saat ini banyak sekali berita yang dibuat hanya agar menjadi viral di
media sosial dan penulisnya kebanjiran uang karena websitenya yang dipasangi
iklan tersebut dikunjungi oleh banyak orang.
Namun
apakah penegakan hukum bisa menjadi solusi? Kapolri mengatakan penegakan hukum
perlu dilakukan tetapi tidak akan cukup untuk mengurangi dampaknya.
"Dari sisi penegakan hukum secara teknis bisa
dilakukan, tetapi pelakunya memang akan mati satu tumbuh seribu, sehingga
kelihatannya penegakan hukum terlihat tidak efektif," jelasnya
Tito mengatakan pihaknya menyiapkan dua langkah dalam
menyikapi penyebaran berita hoax. Langkah yang soft, yaitu meng-counter,
menetralisir, dan menyerang dengan menggunakan teknik-teknik IT.
"Lalu melakukan penegakan hukum dengan menangkap
mereka," ujar Tito
Seharusnya masyarakat lebih berhati hati dalam menerima
berita yang berasal sumber tidak jelas di dunia maya, teliti dalam memahami
berita dan jangan sesekali menyimpulkan berita jika berita terebut belum di uji
keasliannya dan diuji kebenarannya,karna dapat menimbulkan presepsi yang salah
dan memicu perepecahan di antara masyarakat.
Hal terakhir mungkin tidak kalah penting yaitu gunakan
akal sehat Anda saat membaca berita, jangan terlalu mudah percaya, jangan mudah
terpancing, dan jangan ragu untuk mengecek keaslian dan kebenaran sebuah berita
yang Anda terima melalui dunia maya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar